Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Pang Suma, Panglima Perang dari Meliau

Written By Unknown on Minggu, 03 Maret 2013 | 12:13:00 AM

Nama Pangsuma merupakan nama besar di Kabupaten Sanggau, menjadi sebuah goresan sejarah karena Pangsuma merupakan tokoh pahlawan. Meski demikian, nama ini ternyata terdengar asing di telinga masyarakat Kabupaten Sanggau, padahal Pangsuma cukup tenar dan terkenal di Kota Pontianak.

Pangsuma (Ilustrasi)
Di Kota Pontianak sendiri, nama Pangsuma menjadi populer karena menjadi icon dan terpampang besar sebagai nama tempat atau gedung olah raga atau sering disebut GOR Pangsuma.

Kegigihan seorang Pang Suma melawan tentara Jepang pada tahun 1945 telah membakar semangat masyarakat Kalbar yang lain ketika itu untuk mengusir penjajahan Jepang.
Informasi kematian salah satu pejuang Kalbar dan Panglima Perang ini, tidak menyurutkan para anggota Perang Majang (pasukan pimpinan Pang Suma) saat itu untuk melanjutkan perjuangan.
Mereka justru bergelora untuk mengusir Jepang dari Bumi Kalimantan Barat. Seperti di Ngabang yang dipimpin Panglima Batu, di Sanggau oleh Panglima Burung serta di Ketapang oleh Panglima Banjing dan Pang Layang.

"Mereka lakukan agar Jepang mengakhiri kekejamannya dan pergi dari Kalbar," tutur Peneliti Sejarah pada Balai Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Kalbar, Dra. Juniar Purba.
Pang Suma adalah tokoh pejuang dari suku Dayak yang tinggal di Dusun Nek Bindang di tepian Sungai Kapuas Desa Baru Lombak Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau.

Anak ke-3 dari 6 bersaudara ini memiliki nama asli Bendera bin Dulung. Namun ada pula yang menyebutnya Menera. Arti nama Pang Suma sendiri adalah Bapak si Suma. Panggilan dengan mengguakan Pang merupakan satu kebiasaan penduduk setempat memanggil nama orang tua dengan menyebut nama anaknya yag paling besar. Ini dikarenakan agar lebih sopan daan hormat dari pada menyebut nama langsung orang tersebut.

Menjelang akhir hayatnya, ia telah mendapatkan pertanda buruk. Ujung Nyabur (pedang) yang dimilikinya patah, sebelum ia menyerbu markas Jepang di Kantor Gunco (Camat) Meliau pada 17 Juli 1945.
Pertanda itu pun menjadi kenyataan. Sebuah peluru menembus pahanya yang konon merupakan rahasia kekuatan dari Panglima Perang ini. Namun, disaat menahan kesakitan itu, ia sempat berpesan kepada rekan seperjuangannya yang membopongnya dari lokasi perang.
"Tinggal aja aku disito uda nada aku to idop lagi, pogilah kita, maju terus berjuang," pesan Pang Suma dalam bahasa Dayak seperti yang dikutip dari "Pangsuma Riwayat Hidup dan Pengabdiannya" yang artinya tinggalkan saja saya di sini saya tidak bisa hidup lagi pergilah kamu maju terus berjuang.

Perjuangannya adalah pengorbanan yang patut dijadikan berikan apresiasi bagi masyarakat Kalbar dan pemerintah meskipun dia dan keluarganya tidak mengharapkan imbalan apapun.
Namun, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan pengorbanan pahlawannya. Sehingga tentunya patut diberikan. Dan generasi mendatang wajib mencontoh dan mengambil hikmah yang telah dikorbankan Pang Suma dalam membela bangsa dan tanah air.

Full Copy dari : http://www.ceritadayak.com/2010/12/pang-suma-panglima-perang-dari-meliau.html

Artikel ini dimuat sementara di Blog/Web ini, akan dihapus kemudian hari apabila artikel untuk Kategori yang sama sudah terpenuhi. Salam

Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) Kecamatan Tayan Hilir Dimulai

Written By Unknown on Minggu, 24 Februari 2013 | 2:43:00 AM

Tayan Kite. Sabtu (23/2) Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Dimulai. Sejumlah Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas yang ada di Kecamatan Tayan Hilir turut berpartisipasi dalam olimpiade ini.

Pembukaan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional tingkat Kecamatan Tayan Hilir dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sanggau Bapak Yohanes Ontot, upacara berlangsung pada pukul 08.00 WIB dilapangan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kecamatan Tayan Hilir.
Pawai Peserta O2SN. (Photo : Deny Akbar)
Dalam upacara pembukaan tersebut disemarakkan dengan atraksi Barongsai dari Barongsai Pulau Tayan serta atraksi Taekwondo, serta pawai kontingen peserta Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kecamatan Tayan Hilir yang dimulai dari lapangan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tayan Hilir menuju ke Lapangan Sepakbola Hanura, tempat dilaksanakannya beberapa cabang olahraga dipertandingkan dan dilombakan.



Kontributor :  
 

Natalius Abidin (@nataliuzone) Penulis adalah seorang Blogger dari pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya Tayan Hilir, Pengicau di Timeline, Pecandu Social Media dan penyuka Masakan Ibu. Dapat dijumpai di Blog Pribadi : http://www.katanatalius.com/


Perpustakaan Keraton Pakunegara Tayan

Written By Unknown on Jumat, 15 Februari 2013 | 12:36:00 AM

Perpustakaan Keraton Tayan ( Photo Captured By Dedek Juniardi)
Tayan Kite. Perpustakaan Keraton Pakunegara Tayan yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi pada hari Senin (11/2) diharapkan menjadi pemicu minat baca kaum muda di Tayan, selain itu juga sebagai cara untuk mengenalkan dan mempertahankan budaya kepada masyarakat Tayan secara khusus maupun kepada pengunjung diluar Tayan, sebab perpustakaan ini berisikan kumpulan informasi budaya dan sejarah yang ada di Tayan. 

Membaca adalah suatu aktivitas positif yang dapat dilakukan oleh kaum muda, karena dapat menambah wawasan dan mampu mengembangkan pola pikir, membaca juga dapat menghindarkan kaum muda dari pergaulan yang menyimpang

Tayan Hilir secara khusus, patut bersyukur karena telah tersedianya tempat membaca yang baik seperti di lingkungan Keraton Pakunegara Tayan yang cukup asri dan tenang, cocok untuk dijadikan tempat membaca yang mengasikkan. Membaca di Perpustakaan Keraton Pakunegara Tayan selain menambah wawasan dari buku-buku bacaan yang telah tersedia juga menambah pengetahuan tentang kebudayaan maupun adat istiadat masyarakat sekitar. 

Namun masih kurangnya jumlah koleksi buku di Perpustakaan ini patut menjadi perhatian kita bersama. Untuk kemajuan kita bersama terutama dunia pendidikan dan sosial budaya tentu sangat diharapkan kepada semua pihak yang mempunyai kepedulian untuk dapat menyumbangkan buku untuk menambah koleksi buku yang telah ada di Perpustakaan Keraton Pakunegara Tayan ini, maupun dalam bentuk sumbangan lainnya.


Kawan-kawan yang ada di Tayan khususnya, yuk ke Keraton, kita belajar dan membaca bersama. Salam (NA)


Kontributor : 
Natalius Abidin (@nataliuzone)
Penulis adalah seorang Blogger dari pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya Tayan Hilir, Pengicau di Timeline, Pecandu Social Media dan penyuka Masakan Ibu. Dapat dijumpai di Blog Pribadi : http://www.katanatalius.com/
 
Support : Kata Natalius | Tayan Gallery | Mas Template
Copyright © 2013. Tayan Kite - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger